“MarrrBelll” Mari Belajar……….
Belajar apa? Apa saja. Semua bisa jadi ilmu, semua bisa jadi hikmah
Selama kebaikan,, Dan Allah yang menjadi sumber segala ilmu, belajarlah^
“MarrrBelll” Mari Belajar……….
Belajar apa? Apa saja. Semua bisa jadi ilmu, semua bisa jadi hikmah
Selama kebaikan,, Dan Allah yang menjadi sumber segala ilmu, belajarlah^
“Keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb)”
Itu adalah arti kata tanggung jawab kutipan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).. Simple`nya, tanggung jawab adalah berani menanggung amanah yang ada di dirinya. Setiap orang bertanggung jawab terhadap dirinya masing-masing, karena kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya. Seperti yang tercantum dalam kutipan Hadist berikut:
Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia kan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya.
Masyaa Allaah..
Getir kalau membaca hadist itu.. Rabb, Rabb, Rabb..
Bismillah. Mari bertanggungjawab mulai dari hal sekecil apapun. AA Gym bilang mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai saat ini 🙂 😀
Dari hadist itu terbesit deh tumpukan buku-buku bacaan yang sudahcukup banyak & lumayan lama saya beli tapi sampai sekarang belum selesai-selesai juga dibacanya. Ok, berlajar bertanggung jawab iN 🙂 Habiskan bacaan kamu. Semuanya. Baru boleh beli & baca buku-buku yang lainnya yaa 🙂 OK! Bismillah. Belajar bertanggung jawab yuuk ^^
“Berapa bang harganya..???” tanya seorang pembeli ke penjual nasi goreng di perempatan lampu merah itu. Lantas si penjual pun menjawab “tujuh ribu harganya mba”.. Kemudian terjadilah transaksi, si penjual memberikan bungkusan nasi gorengnya dan si pembeli itu pun memberikan 1 pecahan dua puluh ribuan.. “Ini mba kembalinya” ujar si penjual sambil memberikan 1 lembar 10 ribuan yang sudah lusuh dan 3 lembar ribuan yang masih terlihat baru dan bersih.. Melihat uang kembalian yang sudah lusuh tersebut si pembeli itu pun mencoba u/ “merayu” penjualnya agar mau menukarkan uangnya dengan 10 ribuan yang masih terkesan baru.. Tanpa pikir panjang si penjual itu pun langsung mengganti begitu saya uang yang ia miliki..
——– Nah teman, apa kamu termasuk orang yang selalu mencoba menukarkan uang-uang “lusuh” kamu dengan uang yang masih terkesan “baru”..??? atau kamu adalah orang yang sama sekali tidak memperdulikan bagaimana pun bentuk uang kertas itu? Ya, apa pun pilihannya tentu masing-masing mempunyai alasannya. Saya sendiri termasuk orang yang tidak memperdulikan bagaimana kaku atau lusuhnya uang saya.. Buat saya nilai uang itu tetap sama.
Sama halnya dengan nilai seorang manusia.. “Apa pun kondisi kita, si kaya-si miskin, si pintar-si IQ rendah, atau si cantik-bahkan si buruk rupa.. waw 🙂 Itu hanya bentuk yang mungkin terlihat berbeda, tapi sekali lagi apa pun itu tidak lah mengurangi nilai Manusia itu sendiri.. Kita semua sama. Ibarat si tanah liat, di pelosok dunia mana pun jika memang ada tanah liat pasti prinsipnya sama yaitu sama-sama lentur untuk dibentuk sesuai keinginan kreatornya.. Ada yang menjadikan tanah liat itu sebagai guci indah nan mahal harganya, ada pula yang hanya menjadikannya sebagai asbak pembuang abu rokok saja. Apa pun bentuknya, seberapa pun rupiah harga guci atau asbak tersebut keduanya tetap sama, terbuat dari unsur yang sama dan tetap memiliki NILAI yang sama.. >> Seperti itu pula lah kita “NILAI kita sebagai MANUSIA” ^^
Powered by WordPress & Theme by Anders Norén